Kamis, 03 Maret 2011

mengapa saya malas

Beberapa alasan knapa ku malas, jadi langsung ke intinya aja ku ceritanya. :-D
1. merasa sudah gg mampu bwt ngerjain sesuatu, jadi ngapain dikerjain.
2. ada ja teman yang ngerjain nanti bisa j nyontek.
3. gg ad hukuman berat kalu ku malas, jadi sntai aja.
4. ngerasa kalau masih ada waktu buat ngerja'in tugas, jadi ngapain cepat-cepat.hee

Rabu, 02 Maret 2011

Tentang masa depan :')

Kalau ditanya tentang masa depan. wah.. banyak banget khayalannya, yang pasti ngrepnya yg baik-baik.. hee
hmm.. di masa depan hal pertama yang ingin ku capai yaitu ngbahagia'n mamah dengan cara bisa ngberangkatin mamah naik haji.(amin!). mamah tu orangnya tegar banget, walaupun udah lama papah gag ad, tp perjuangan beliau besarin aku sampe segede gini tu hebat banget.salut ku :D
Terus nanti sebelum nikah, ku pengen jadi pengusaha wanita yang sukses, yang bisa menampung banyak tenaga kerja. jadi hitung-hitung ngurangin pengangguran di indonesia. hee
Terus lagi, nanti kalau aku nikah, ku pengen punya suami yang bisa jadi iman yang baik di keluarga, punya 2 anak aja sudah cukup, kalau banyak-banyak cape ngurusnya, trus bnyak keluar biaya lagi, dan jadi ibu yang baik untuk anak-anak ku kelak. hee

Andai ku jadi guru fisika :D

Hmm.. misalnya di masa depan ku jadi guru fisika, ku bakal ngajarin murid-murid ku dengan cara yang beda dari guru-guru biasanya. Pokoknya berciri khas, gag ngebosenin terus yang paling penting disukai sama murud-muridku. :D
Kalau bisa, ku pengen menghilangkan image kalau belajar fisika itu memusingkan. Mungkin kalau ngajar nanti, habis belajar fisika itu ada yang main musik (misalnya gitar). Jadi habis pusing-pusing dengan rumus-rumus fisika, otak siswa juga ada refreshingnya.
Terus nanti kalau ngajar ku juga pengen ngasih praktek-praktek fisika yang bisa ngembangin kreatifitas siswa, jadi biar siswa-siswa sudah memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya.

TEKANAN GAUGE

Dalam beberapa kasus tekanan absolut tidak memiliki sejumlah daya tarik yang penting dalam pengertian tekanan. Gas atmosphere yang yang mengelilingi bumi ini memiliki tekanan, karena berat dari atmosphere tersebut, tekanan dipermukaan bumi kira-kira 14,7 psi, sebagaimana telah dicatat diatas. Jika sebuah wadah tertutup pada permukaan bumi diisi sebuah gas pada tekanan absolut 14,7 psi, kemudian keadaan tersebut diusahakan tidak ada tekanan efektif pada dinding-dinding dari container, sebab gas atmosphere berusaha melakukan tekanan yang sama dari luarnya. Pada kasus seperti ini, kondisi tersebut lebih tepat untuk penjabaran tekanan dalam keadaan relatif, sehingga dibandingkan dengan tekanan atmosphere. Ini dikenal dengan Tekanan Gauge, yang diberikan oleh persamaan:
Pg = Pabs – Pat
Dimana ;
Pg = Tekanan gauge
Pabs = Tekanan absolut
Pat = Tekanan atmosphere
Dalam system satuan di Inggris satuan psig dugunakan untuk satuan tekanan gauge.

>>Sumber klik disini

Selasa, 01 Maret 2011

Aliran Laminer dan Turbulen.

Air yang mengalir, gas juga akan mengalir begitu juga substansi lain yang biasa d sebut fluida, yang disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan. Dalam kehidupan sehari2 banyak d jumpai fluida yang mengalir. Air dalam pipa PDAM kemudian keluar melalui keran , air di sungai2, sampai minuman dalam gelas yang diaduk dengan sendok. Kejadian2 seperti itu ada di sekitar kita. Dalam aliran fluida semacam itu terdapat fenomena yang bisa d pelajari. Ada hal2 yang berpengaruh satu sama lain. Jenis zat, kekentalan, kecepatan alir menjadi dasar tema pembicaraan. Berdasarkan karakteristik struktur internal aliran, aliran fluida dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu aliran laminer dan turbulen.

Aliran Laminer adalah aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisan-lapisan (lanima-lamina) membentuk garis-garis alir yang tidak berpotongan satu sama lain. Hal tersebut d tunjukkan oleh percobaan Osborne Reynold. Pada laju aliran rendah, aliran laminer tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir sepanjang aliran. Aliran ini mempunyai Bilangan Reynold lebih kecil dari 2300.

Aliran Turbulen adalah aliran fluida yang partikel-partikelnya bergerak secara acak dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling interaksi. Akibat dari hal tersebut garis alir antar partikel fluidanya saling berpotongan. Oleh Osborne Reynold digambarkan sebagai bentuk yang tidak stabil yang bercampur dalam wamtu yang cepat yang selanjutnya memecah dan menjadi takterlihat. Aliran turbulen mempunyai bilangan reynold yang lebih besar dari 4000.


Viscous (viskositas)

Fluida yang riil memiliki gesekan internal yang besarnya tertentu yang disebut dengan viskositas. Viskositas merupakan gaya tarik menarik antarmolekul yang besar dalam cairan menghasilkan viskositas yang tinggi. Koefisien viskositas didefinisikan sebagai hambatan pada aliran cairan. Gas juga memiliki viskositas, tetapi nilainya sangat kecil. Dalam kasus tertentu viskositas gas memiliki peran penting, misalnya dalam peawat terbang. Viskositas pada zat cair maupun gas pada intinya merupakan gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisian pada fluida pada waktu lapisan-lapisan tersebut bergerak satu melewati lainnya.

Dengan adanya viskositas, kecepatan lapisan-lapisan fluida tidak seluruhnya sama. Lapisan fluida yang terdekat dengan dinding pipa bahkan sama sekali tidak bergerak (v = 0), sedangkan lapisan fluida pada pusat aliran memiliki kecepatan terbesar. Pada zat cair, viskositas disebabkan akibat adanya gaya-gaya kohesi antar molekul.
Dalam fluida ternyata gaya yang dibutuhkan (F), sebanding dengan luas fluida yang bersentuhan dengan setiap lempeng (A), dan dengan laju (v) dan berbanding terbalik dengan jarak antar lempeng (l). Besar gaya F yang diperlukan untuk menggerakan suatu lapisan fluid dengan kelajuan tetap v untuk luas penampang keping A adalah

F = η A v

Dengan viskositas didefinisikan sebagai perbandingan regangan geser (F/A) dengan laju perubahan regangan geser (v/l).
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa :
Makin besar luas keping (penampang) yang bersentuhan dengan fluida, makin besar gaya F yang diperlukan sehingga gaya sebanding dengan luas sentuh (F ≈ A). Untuk luas sentuh A tertentu, kelajuan v lebih besar memerlukan gaya F yang lebih besar, sehingga gaya sebanding dengan kelajuan (F ≈ v).


Bilangan Reynolds

Dalam mekanika fluida, bilangan Reynolds adalah rasio antara gaya inersia (vsρ) terhadap gaya viskos (μ/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan ini digunakan untuk mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya laminar dan turbulen. Namanya diambil dari Osborne Reynolds (18421912) yang mengusulkannya pada tahun 1883.

Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan tak berdimensi yang paling penting dalam mekanika fluida dan digunakan, seperti halnya dengan bilangan tak berdimensi lain, untuk memberikan kriteria untuk menentukan dynamic similitude. Jika dua pola aliran yang mirip secara geometris, mungkin pada fluida yang berbeda dan laju alir yang berbeda pula, memiliki nilai bilangan tak berdimensi yang relevan, keduanya disebut memiliki kemiripan dinamis.

Rumusan

Rumus bilangan Reynolds umumnya diberikan sebagai berikut :

 \mathit{Re} = {\rho v_{s} L\over \mu} = {v_{s} L\over \nu} = \frac{\mbox{Gaya inersia}}{\mbox{Gaya viskos}}

dengan :
  • vs - kecepatan fluida,
  • L - panjang karakteristik,
  • μ - viskositas absolut fluida dinamis,
  • ν - viskositas kinematik fluida: ν = μ / ρ,
  • ρ - kerapatan (densitas) fluida.

Misalnya pada aliran dalam pipa, panjang karakteristik adalah diameter pipa, jika penampang pipa bulat, atau diameter hidraulik, untuk penampang tak bulat.